Jumat, 12 Februari 2016
Home »
» Filosofi PLUR (SLANK)
Filosofi PLUR (SLANK)
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Sobat Adiluhur, mungkin diantara sobat ada yang menganggap bahwa judul di atas adalah tentang PLURALISME yaitu paham yang beranggapan bahwa semua agama adalah sama, yang menganggap bahwa Tuhan yang kami sembah adalah sama seperti Tuhan yang kalian sembah. Tapi PLUR diatas bukan yang itu sob, karena kita sebagai muslim tau kalau paham Pluralisme agama tidak dibenarkan dalam Islam walaupun dalam pandangan Islam, sikap menghargai dan toleransi kepada pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan (Pluralitas). Namun bukan berarti beranggapan bahwa semua agama adalah sama (pluralisme). Solusi Islam terhadap adanya pluralisme agama adalah dengan mengakui perbedaan dan identitas agama masing-masing (lakum diinukum wa liya diin).
slank1.jpg
Kembali ke topik utama. Kata PLUR yang menjadi judul artikel ini adalah sebuah jargon dari grup musik SLANK dan para penggemarnya yang dijuluki Slanker. PLUR merupakan sebuah singkatan dari 4 buah kata dalam bahasa Inggris yaitu Peace (damai), Love (cinta/kasih sayang), Unity (persatuan) dan Respect (menghargai). Sobat pecinta musik Tanah Air pasti paham tentang grup musik paling eksis di ranah musik Indonesia ini. Namun bukan Grup musiknya yang akan saya bahas disini melainkan jargonnya.
Peace
Di dalam kamus kita temukan artinya adalah damai. Sudah barang tentu ini adalah hal yang dielu-elukan oleh hampir semua umat manusia dimuka bumi ini, kecuali orang gila dan tidak waras yang tidak menginginkan kedamaian dalam hidup. Begitu juga para punggawa SLANK, mereka menginginkan adanya kedamaian diatas bumi ini terutama di bumi pertiwi tempat kita tinggal ini. Melalui pesan ini diharapkan para slanker dan semua masyarakat Indonesia bisa hidup damai saling berdampingan tanpa mengusik hal dan kewajiban masing-masing.
Love
Cinta/kasih sayang, manusia hidup tidak keras dari rasa cinta dan kasih sayang. Kita lahir juga merupakan buah dari cinta dan kasih sayang orang tua kita. Setelah bisa hidup dengan damai dan saling berdampingan tentunya akan tumbuh perasaan cinta dan kasih sayang yang akan mewarnai kehidupan ini. Dari mana kita bisa memulainya? Tentunya pertama adalah dari diri kita sendiri. Belajarlah untuk mencintai diri kita sendiri dengan bijak, setelah itu tanamkan para tersebut pada orang-orang yang ada disekitar kita
Unity
Persatuan. Iya, persatuan seluruh lapisan masyarakat. Entah itu pejabat, rakyat, kaya, miskin. Setelah Peace (perdamaian) dan Love (cinta kasih) berhasil tertanam dalam diri manusia tentunya akan terbentuk sebuah persatuan (ukhuwah) sehingga tidak ada lagi yang namanya perang saudara, GAM, OPM, RMS, NII dan lain sebagainya yang berupaya memecah belah NKRI ini. Dengan merasa bahwa sejatinya kita adalah satu, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa walaupun terdiri dari berbagai suku, adat istiadat, agama dan ras kita akan mampu menjadikan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar yang akan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Bukankah itu merupakan salah satu cita-cita luhur negara kita yang telah termuat dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika?
Respect
Tidak akan pernah terwujud ketiga hal diatas tanpa kita respect (menghargai) segala perbedaan yang ada. Menghargai hak dan kewajiban sesama, menghargai hasil karya orang lain, menghargai adanya perbedaan pendapat dan sebagainya. Ini merupakan kunci untuk membangun sebuah perdamaian yang penuh cinta kasih untuk mewujudkan sebuah persatuan dan kesatuan bangsa Ini sehingga tidak mudah rapuh oleh serangan entah itu yang datang dari dalam maupun dari
Namun sayangnya hal itu sangat sulit terwujud jika melihat kondisi bangsa kita yang seperti sekarang ini. Lebih parahnya lagi, masih banyak diantara mereka yang mengaku Slanker tidak memahami apa makna dari kata PLUR tersebut.
Itu pemahaman makna PLUR versi saya, tentunya setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda dalam mengartikan sebuah kata. Maaf jika ada salah kata, salam PLUR atau sobat Adiluhur semua.
jangan lupa kunjungi #slank.com






0 komentar:
Posting Komentar